Program Bayi Tabung

2 min read

Program Bayi Tabung

Pasangan suami-istri yang telah menjalani program hamil untuk mendapatkan anak dalam jangka waktu yang cukup lama, jangan dulu putus asa. Mungkin sudah saatnya Anda mencoba program bayi tabung. Namun apa dan bagaimana proses bayi tabung itu?

Bayi Tabung atau dalam istilah medis disebut In Vitro Fertilization (IVF) merupakan upaya kehamilan dengan melakukan pembuahan sel telur oleh sperma di luar kandungan,melainkan dalam sebuah tabung.

Siapa saja yang Membutuhkan Program Bayi Tabung?

Mereka yang sebaiknya melakukan program ini disarankan bagi wanita yang telah menginjak usia 35 tahun. Dan bagi mereka yang mengalami kondisi kesehatan yang menyebabkan sulit hamil dan disarankan untuk menjalani program bayi tabung, seperti :

  • Gangguan Ovulasi yang menyebabkan jumlah dan kualitas sel telur menurun.
  • Gangguan pada rahim seperti kerusakan dan penyumbatan jalur sel telur.
  • Wanita yang memiliki Kista Rahim atau Endometriosis.
  • Pria yang memiliki jumlah dan kualitas sel sperma yang rendah.
  • Pria atau Wanita dengan masalah sistem imun yang menyebabkan gangguan kesuburan.
  • Sel sperma yang mati sebelum melewati cairan leher rahim
  • Pasangan yang memiliki gangguan kesuburan.
  • Memiliki risiko penyakit keturunan

Baca Juga:

Cara Cepat Hamil
Cara Meningkatkan Kesuburan Pria
Cara Menyuburkan Kandungan

Persiapan Bayi Tabung

Untuk memulai program bayi tabung, diperlukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu terhadap pasangan calon orang tua bayi.

Pemeriksaan meliputi kuantitas dan kualitas bibit sperma suami dan pemeriksaan fungsi organ reproduksi istri, meliputi cadangan telur, saluran telur dan kesehatan rahim. Tim Dokter juga akan akan melihat kemungkinan adalanya Kista, Miom atau masalah medis lain yang berpotensi menghambat pembuahan.

Setelah mendapatkan hasil test yang dilakukan barulah dokter akan memberikan saran mengenai program yang cocok bagi pasangan suami-istri, karna tiap-tiap pasangan memiliki masalah yang berbeda sehingga program pun disesuaikan dengan kondisi pasangan tersebut.

Proses Bayi Tabung

Berbeda dengan kehamilan alami, dimana proses pembuahan sperma pada sel telur terjadi didalam tubuh. Proses bayi tabung dilakukan setelah dilakukan terapi obat-obatan atau tindakan medis untuk mengatasi gangguan kesuburan tidak membuahkan hasil.

Proses fertilisasi in vitro terdiri dari :

  • Suntik Hormon pada wanita untuk memproduksi sel telur dalam jumlah banyak.
  • Melakukan tes darah untuk menentukan kesiapan melakukan pengambilan sel telur setelah sebelumnya calon ibu diberikan suntikan untuk menstimulasi sel telur yang berkembang agar matang dan memulai proses ovulasi.
  • Selama proses pengambilan sel telur, tim dokter dengan alat USG juga akan mencari folikel dalam rahim. Sel Telur akan diambil menggunakan jarum khusus. Proses ini berlangsungs sekitar satu jam. Biasanya akan dilakukan bius lokal dalam proses ini.
  • Segera setelah diambil, sel telur akan segera dipertemukan dengan sel sperma pasangan yang juga diambil pada waktu bersamaan. Kemudian akan disimpan pada tabung khusus dan dipantau perkembangannya.
  • Setelah embrio hasil pembuahan tersebut dirasa cukup matang, maka dokter akan memasukan embrio ke dalam rahim melalui sebuah kateter berbentuk tabung. Untuk memperbesar peluang hamil, umumnya dokter akan mentransfer tiga embrio sekaligus.
  • Dua minggu setelah transfer embrio, calon ibu diminta untuk melakukan tes kehamilan.

Risiko Program Bayi Tabung

Program bayi tabung bukan tanpa risiko, serangkaian proses seperti pengambilan sel telur dan transfer sel telur memungkinkan terjadinya infeksi, pendarahan dan kerusakan organ.

Selain itu, penggunaan obat-obatan untuk merangsang produksi sel telur yang memberikan efek samping seperti perut kembung, kram perut dan nyeri. Bahkan jika terjadi gangguan dari efek samping maka diperlukan tindakan medis.

Risiko lainnya dari program ini, diantaranya :

  • Risiko Keguguran
  • Mengandung Bayi Kembar
  • Kelahiran Prematur
  • Kehamilan di Luar Rahim
  • Bayi Lahir dengan Cacat Bawaan
  • Stres karena rangkaian panjangan program ini.

Tingkat Keberhasilan Bayi Tabung

Lantas bagaimana dengan tingkat keberhasilan program ini? Hal tersebut tergantung embrio. Jadi apabila pasangan memiliki kualitas embrio yang baik maka tingkat keberhasilan tiap embrio yang ditransfer adlaah 40 hingga 50 persen.

Namun, ada beberapa faktor lain yang menentukan keberhasilan program ini, seperti :

  • Usia Calon Ibu, Tingkat keberhasilan tertinggi adalah mereka yang berada dibawah usia 35 tahun.
  • Kesehatan Sistem Reproduksi
  • Gangguan Kesuburan
  • Gaya Hidup
  • Komplikasi Penyakit
  • Kualitas Embrio

Biaya Bayi Tabung

Biaya untuk menjalani program Fertilisasi in Vitro ini tidaklah murah, mengutip dari Grid.ID biaya program Bayi tabung di Jakarta Morula IVF Jakarta berkisar di angka 60 – 70 juta rupiah.

Artikel Terkait

Cara Menyuburkan Kandungan Salah satu cara cepat hamil adalah dengan meningkatkan kesuburan organ reproduksi Anda beserta pasangan pasangan.Masalah kesuburan menghantui seki...
Cara Cepat Hamil Setelah menikah hal yang paling keluarga kecil Anda tunggu-tunggu adalah kehadiran buah hati. Jika Anda sudah tidak sabar untuk segera menggendong mom...
Pantangan Program Hamil Menjalani program hamil memerlukan kesabaran karena Anda dan pasangan tidak akan tahu di bulan keberapa mendapatkan kehamilan. Namun, selama menunggu ...
Olahraga agar Cepat Hamil Olahraga sangat penting dalam mempersiapkan tubuh Anda agar sehat dan fit sebelum kehamilan. Olahraga mendukung kesuburan dan mempersiapkan tubuh Anda...
Vitamin Kesuburan Pria Terapi dengan mengonsumsi vitamin tertentu telah lama dilakukan untuk meningkatkan kesuburan pria. Mengonsumsi makanan sehat dan vitamin dapat meningk...