Plasenta Previa

2 min read

Plasenta Previa

Plasenta Previa atau plasenta letak rendah merupakan komplikasi kehamilan dimana sebagian atau seluruh bagian plasenta menutupi mulut rahim.

Plasenta merupakan struktur yang terbentuk dalam dinding rahim selama kehamilan, plasenta menyalurkan oksigen, nutrisi dan membuang zat-zat sisa dari janin dalam kandungan.

Selama kehamilan, umumnya rahim Anda berkembang dan dalam kondisi normal plasenta akan melebar ke atas serta menjauhi leher rahim. Apabila tidak terjadi hal tersebut, dan tetap berada di bagian bawah rahim plasenta dapat menutupi sebagian atau seluruh mulut rahim. Kondisi inilah yang dinamakan Plasenta Previa.

Jika Anda mengalami Plasenta Previa, Anda berisiko mengalami pendarahan selama kehamilan atau saat melahirkan. Umumnya dokter merekomendasikan Anda untuk menghindari aktivitas yang yang dapat menyebabkan kontraksi seperti berhubungan sex, mandi dengan shower, menggunakan tampon, pantangan ibu hamil seperti olahraga lari, squat dan melompat.

Dalam kondisi tertentu, dokter kandungan umumnya menyarankan untuk melakukan operasi caesar untuk melindungi keselamatan Anda dan bayi dalam kandungan.

Jenis-Jenis Plasenta Previa

Terdapat empat jenis plasenta previa, mulai dari yang ringan hingga berat. Masing-masing tipe pengaruh mengenai apakah ibu hamil dapat melahirkan normal atau mereka harus melakukan operasi caesar. Berikut ini empat jenis plasenta previa seperti yang dikutip dari Healthline.com.

  • Partial, plasenta hanya menutupi sebagian pintu rahim, pada fase ini ibu hamil masih dimungkinkan untuk melahirkan normal.
  • Low-Lying, tipe ini biasanya terjadi pada awal hingga pertengahan kehamilan. Posisi plasenta terletak pada pinggiran bagian bawah rahim, jika Anda mengalami plasenta letak rendah Anda juga masih dimungkinkan melakukan persalinan normal.
  • Marginal, tipe ini plasenta mulai tumbuh pada bagian bawah rahim. Plasenta biasanya akan mendorong leher rahim namun tidak menutupnya. Karena ujung plasenta menyentuh mulut rahim, saat proses persalinan dapat menyebabkan pendarahan kecil. Namun, Anda juga masih dapat melakukan proses persalinan normal.
  • Complete, hal ini merupakan kondisi serius yang memerlukan tindakan medis. Seluruh plasenta akan menutup pintu rahim, umumnya dokter akan merekomendasikan operasi caesar dan dalam kasus berat bayi mungkin harus dilakukan secara prematur.

Seluruh jenis plasenta previa diatas jika mengalami kondisi pendarahan hebat dan tidak terkontrol dibutuhkan penanganan dengan cara operasi caesar untuk menyelamatkan Anda dan bayi dalam kandungan.

Gejala Plasenta Previa

Mengutip Webmd gejala plasenta previa yang paling umum adalah timbulnya pendarahan pada vagina saat trimester kedua kehamilan. Pendarahan yang terjadi bisa jadi ringan hingga berat dan seringkali tanpa disertai rasa nyeri. Namun, pada bebera kasus wanita juga mengalami kontraksi saat pendarah.

Selain itu, terdapat beberapa gejala lain yang dapat Anda amati, seperti:

  • Kram perut dan kadang disertai nyeri
  • Pendarahan setelah berhubungan seksual
  • Pendarahan yang terjadi selama beberapa hari bahkan minggu.

Penyebab Plasenta Previa

Kasus plasenta previa yang dilaporkan di Indonesia kurang dari 150 ribu kasus pertahun. Anda dapat mengalami masalah kehamilan ini bila :

  • Perokok
  • Hamil diatas usia 35 tahun
  • Pernah operasi caesar
  • Memiliki luka pada rahim seperti bekas operasi caesar, operasi miom, kuret dan lainnya.
  • Pernah mengalami plasenta previa sebelumnya
  • Mengandung bayi kembar
  • Hamil anak kedua dan seterusnya.

Komplikasi Plasenta Previa

Jika Anda mengalami plasenta previa, dokter Anda akan memantau kondisi Anda dan bayi Anda untuk mencegah risiko komplikasi seperti:

  • Pendarahan, pendarahan parah dapat mengancam nyawa Anda pada saat hamil, pada saat proses persalinan dan beberapa jam setelah persalinan.
  • Kelahiran Prematur, bila saat hamil Anda mengalami pendarahan hebat maka dokter akan merekomendasikan operasi caesar meski usia kehamilan belum cukup matang.

Baca Juga: Kenali Gejala-gejala Preeklamsia Berikut ini.

Bisakah Penderita Plasenta Previa Melahirkan Normal?

Pertanyaan tersebut selalu menjadi hal yang sering dibahas mengenai apakah ibu hamil yang mengalami plasenta previa dapat melakukan persalinan normal atau sudah pasti harus operasi caesar?.

Mengutip pernyataan dr. Ulfi Umroni pada forum Alodokter, bila Anda mengalami komplikasi kehamilan seperti plasenta letak rendah ada baiknya Anda untuk melakukan persalin dengan dokter kandungan.

Dokter kandungan akan melihat kondisi Anda dan dapat menyusun rencana persalinan yang sesuai dengan kondisi kehamilan Anda.

Demikian pembahasan mengenai Plasenta Previa Semoga Bermanfaat dan menambah wawasan Anda dalam usaha memiliki kehamilan yang sehat.

Artikel Terkait

Masalah Kehamilan Kehamilan merupakan kondisi spesial dalam hidup Anda, sudah pasti rasa antusias meliputi Anda beserta pasangan dalam menghitung hari dan mengikuti per...
Keguguran Keguguran adalah gugurnya janin sebelumnya kehamilan mencapai usia 20 minggu. Keguguran merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang menjadi momok b...
Gatal pada Ibu Hamil Mengapa ibu hamil sering mengalami gatal? gatal pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kehamilan yang sering terjadi. Lebih dari 20 persen ibu ha...
Air Ketuban Sedikit Air ketuban merupakan bagian dari sistem pendukung bayi dalam kandungan. Air ketuban melindungi bayi dan membantu proses pengembangan otot, anggota tu...
Kelelahan saat Hamil Kelelahan merupakan salah satu masalah kehamilan yang sering terjadi pada trimester pertama kehamilan. Belum ada yang menyimpulkan apa yang menjadi pe...