Komplikasi Kehamilan

2 min read

Komplikasi Kehamilan

Anda mesti bertanya-tanya apa saja jenis komplikasi kehamilan? mana komplikasi yang membutuhkan penanganan medis dengan segera dan mana yang dapat menunggu hingga pemeriksaaan kehamilan nantinya.

Berikut ini penjelasan mengenai 7 Komplikasi Kehamilan yang Harus Anda Waspadai dan baca tanda-tanda yang ditimbulkan setiap perubahan pada tubuh Anda selama kehamilan. Simak ulasannya dibawah ini sebagaimana dikutip dari Babycenter.com.

Komplikasi dalam Kehamilan yang Harus Diwaspadai

  1. Placenta Previa

    Placenta Previa adalah posisi placenta yang tidak normal, umumnya melekat di bawah rahim.

    Penyebab Placenta Previa adalah riwayat kehamilan sebelumnya seperti kelahiran kembar, hamil anak pertama di usia 35 tahun, memiliki kelaina rahim atau akibat merokok.

    Gejala Placenta Previa adalah pendarahan pada usia kehamilan 20 minggu yang disertai sakit dan kram.

    Cara mengatasi Planceta Previa tergantung pada beberapa kondisi, seperti apakah ada pendarahan yang terjadi, berapa parah pendarahan yang terjadi, usia kehamilan, dan kondisi ibu dan janin dalam kandungan.

    Ibu hamil dibawah 36 minggu yang mengalami pendarahan umumnya disarankan untuk bedrest di rumah sakit untuk mengantisipasi bila terjadi pendarahan. Namun bila usia kehamilan 36 minggu mungkin dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi caesar.

    Baca Juga :
    Perkembangan Janin 1 Bulan
    Perkembangan Janin 2 Bulan
    Perkembangan Janin 3 Bulan

  2. Kehamilan Ektopik

    Kehamilan Ektopik atau hamil di luar kandungan merupakan kondisi saat kehamilan terjadi di luar rahim. Misalnya, saat janin berkembang di saluran tuba atau saluran indung telur. Kehamilan Ektopik dapat membahayakan nyawa ibu hamil, karena saat kehamilan semakin membesar dapat menyebabkan pendarahan di perut.

    Penyebab kehamilan ektopik sendiri dicurigai karena penggunaan alat KB spiral dan IUD. Selain itu, faktor risiko juga dapat berasal dari kesehatan ibu seperti pernah mengalami hamil di luar kandungan sebelumnya, adanya infeksi pada tuba falopi, masalah kesuburan dan proses sterilisasi yang tidak higienis.

    Untuk mengatasinya, umumnya dokter akan menyarankan ibu untuk melakukan pengguguran karena hingga saat ini belum ada cara untuk memindahkan janin ke rahim.

  3. Diabetes Gestasional

    Nafsu makan yang meningkat saat hamil berisiko menyebabkan masalah diabetes gestasional pada ibu hamil. Diabester Gestasional dapat menyebabkan masalah serius pada kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan.

    Untuk menjaga kadar gula darah tetap normal, sebaiknya lakukan olahraga untuk ibu hamil dan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat.

    Baca Juga :
    Perkembangan Janin 4 Bulan
    Perkembangan Janin 5 Bulan
    Perkembangan Janin 6 Bulan

  4. Kekurangan Cairan Ketuban (Oligohidramnion)

    Oligohidramnion atau Kekurangan Cairan Ketuban merupakan masalah kehamilan yang menyerang empat persen ibu hamil. Kekurangan cairan ketuban umumnya terjadi pada trimester ketiga kehamilan.

    Dokter Anda akan mengikuti tumbuh kembang janin Anda untuk memastikan dapat tumbuh dengan normal. saat mendekati waktu persalinan, dokter akan melihat kemungkinan perlu dilakukan induksi atau tidak. Namun dalam beberapa kasus umumnya dokter akan menyarankan operasi caesar.

  5. Preeklampsia

    Preeklampsia merupakan masalah kehamilan serius dan terjadi pada lima persen wanita hamil. Preeklampsia terjadi bila Anda mengalami tekanan darah tinggi dan kadar protein dalam ginjal tidak normal setelah usia kehamilan 20 minggu.

    Preeklampsia dapat membahayakan organ-organ ibu hamil dan membahayakan nyawa ibu hamil. Periksakan kondisi Anda untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat dari dokter. Namun, bila kondisi parah umumnya dokter akan merekomendasikan operasi caesar.

    Baca Juga:
    Makanan Sehat untuk Ibu Hamil
    Pantangan Ibu Hamil
    Vitamin yang Baik untuk Ibu Hamil
    Olahraga yang Aman Bagi Ibu Hamil
    Masalah Kehamilan yang Sering Terjadi

  6. Keguguran

    Keguguran atau kehilangan kehamilan pada 20 minggu pertama kehamlan. Mengutip BabyCenter.com sekitar 10 – 20 persen kehamilan berakhir karena keguguran, dan lebih dari 80 persen kasus keguguran terjadi pada 12 minggu pertama kehamlan.

    Keguguran pada trimester pertama kehamilan diyakini karena ketidaknormalan kromosom pada telur yang menjaga embrio untuk berkembang.

    Flek darah atau pendarahan merupakan tanda pertama dari keguguran, jika Anda mengalami hal tersebut segera hubungi dokter kandungan untuk mengetahui secara pasti status kehamilan Anda.

  7. Kelahiran Prematur

    Jika Anda sering mengalami kontraksi yang menyebabkan rahim Anda terbuka sebelum mencapai 37 minggu kehamilan, Anda mengalami kelahiran prematur. Saat bayi dilahirkan sebelum mencapai usia 37 minggu, dinamakan bayi prematur.

    Kelahiran prematur dapat menyebabkan masalah kesehatan serius pada bayi jika lahir terlalu cepat. Semakin matang usia kehamilan, semakin besar kemungkinan bayi untuk bertahan dan tumbuh sehat.

    Baca Juga :
    Perkembangan Janin 7 Bulan
    Perkembangan Janin 8 Bulan
    Perkembangan Janin 9 Bulan

Demikian pembahasan mengenai komplikasi kehamilan yang sering terjadi, semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda dalam mengenali jenis-jenis komplikasi kehamiland dan upaya penanganannya.

Artikel Terkait

Masalah Kehamilan Kehamilan merupakan kondisi spesial dalam hidup Anda, sudah pasti rasa antusias meliputi Anda beserta pasangan dalam menghitung hari dan mengikuti per...
Keguguran Keguguran adalah gugurnya janin sebelumnya kehamilan mencapai usia 20 minggu. Keguguran merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang menjadi momok b...
Gatal pada Ibu Hamil Mengapa ibu hamil sering mengalami gatal? gatal pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kehamilan yang sering terjadi. Lebih dari 20 persen ibu ha...
Air Ketuban Sedikit Air ketuban merupakan bagian dari sistem pendukung bayi dalam kandungan. Air ketuban melindungi bayi dan membantu proses pengembangan otot, anggota tu...
Kelelahan saat Hamil Kelelahan merupakan salah satu masalah kehamilan yang sering terjadi pada trimester pertama kehamilan. Belum ada yang menyimpulkan apa yang menjadi pe...