Kelahiran Prematur

3 min read

Kelahiran Prematur

Apa Itu Kelahiran Premature?

Kelahiran prematur adalah komplikasi kehamilan yang menyebabkan kelahiran yang terjadi sebelum hari perkiraan lahir yang ditentukan, umumnya kelahiran prematur terjadi pada kehamilan memasuki 37 minggu atau bahkan kurang.

Bayi yang lahir secara prematur, terutama yang lahir saat kehamilan masih sangat muda. Umumnya memiliki masalah kesehatan, komplikasi kesehatan berbeda antara bayi satu dan yang lain. Namun, semakin muda usia kehamilan saat bayi lahir semakin tinggi faktor risiko komplikasi kesehatan yang mengiringinya.

Mengutip data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kelahiran prematur telah mengakibatkan kematian satu juta anak di seluruh dunia.

Gejala

Seringkali gejala kelahiran prematur dirasakan mirip seperti gejala kehamilan biasa. Namun, mengutip WebMD. Segera dapatkan pertolongan medis jika Anda mengalami gejala-gejala di bawah ini ketika memasuki usia kehamilan 32 minggu:

  • Sakit punggung, umumnya terjadi pada punggung bagian bawah. Rasa sakit yang timbul bisa datang dan pergi secara konstan dan memberikan ketidaknyamanan pada Anda ketika tidur atau melakukan aktifitas.
  • Kontraksi tiap 10 menit
  • Kram perut bagian bawah, seperti ketika hendak datang bulan. Hal ini dapat dirasakan seperti perut kembung dan diikuti dengan diare.
  • Air ketuban pecah
  • Mengalami gejala: mual-muntah atau diare. Segera hubungi dokter Anda bahkan jika gejala yang Anda alami dalam tahap ringan.
  • Meningkatnya tekanan pada panggul atau vagina Anda
  • Perdarahan pada Vagina
  • Keputihan yang semakin banyak.

Penyebab

Penyebab kelahiran prematur sendiri dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti:

  • Kebiasaan Merokok
  • Kegemukan atau kekurangan berat badan saat hamil
  • Tidak mendapatkan perawatan kehamilan dengan baik
  • Memiliki masalah kesehatan seperti hipertensi, preeklamsia, diabetes, penggumpalan darah dan atau infeksi
  • Hamil dengan bayi memiliki cacat bawaan
  • Hamil melalui program bayi tabung
  • Hamil bayi kembar
  • Memiliki riwayat keluarga yang mengalami kelahiran prematur
  • Jarak kehamilan pertama dan kedua yang terlalu dekat.

Komplikasi Bayi Lahir Prematur

Bayi yang lahir terlalu dini dapat mengalami masalah kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang. Semakin dini bayi lahir, semakin tinggi pula risiko masalah kesehatan yang mengancam. Berikut ini beberapa risiko komplikasi kesehatan yang umumya dialami oleh bayi yang lahir secara prematur sebagaimana dikutip dari MayoClinic.

Masalah Jangka Pendek

Dalam minggu-minggu awal setelah persalinan. Komplikasi kesehatan yang dapat dialami oleh bayi prematur diantaranya:

  • Masalah Pernapasan. Bayi yang lahir prematur umumnya mengalami masalah pernapasan, hal ini disebabkan oleh sistem pernapasan yang belum berkembang secara sempurna. Selain itu, gangguan fungsi paru-paru juga mengintai mereka yang lahir terlalu dini.
  • Gangguan Jantung. Masalah kesehatan jantung yang mengintai bayi prematur adalah Patent Ductus Arteriosus (PDA) atau cacat jantung dan tekanan darah rendah. PDA adalah kondisi dimana Ductus Arteriosus tetap terbuka setelah bayi lahir, hal ini dapat menyebabkan gagal jantung pada bayi Anda.
  • Gangguan Fungsi Otak. Semakin dini bayi lahir, semakin besar risiko perdarahan di otak atau yang lebih dikenal sebagai Intraventricular Hemorrhage. Perdarahan yang ringan dapat teratasi seiring bertambahnya usia bayi Anda. Namun, bila perdarahan parah maka dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanen.
  • Hipotermia. Bayi prematur dapat kehilangan susu tubuh secara cepat dan mengalami hipotermia. Hal ini dikarenakan tubuh bayi belum memiliki lemak layaknya bayi dengan lahir normal, kondisi ini mengakibatkan mereka cepat sekali mengalami penurunan suhu tubuh. Itulah mengapa bayi prematur perlu dirawat dalam inkubator untuk menjaga suhu tubuh mereka.
  • Gangguan usus. Organ usus bayi yang belum berkembang secara matang dapat menyebabkan komplikasi kesehatan enterokolitis nekrotikans atau peradangan pada usus besar. Hal ini dapat menjadi kondisi serius ketika dinding perut mengalami peradangan.
  • Anemia. Anemia atau kekurangan sel darah merah merupakan masalah kesehatan yang umumnya dialami oleh bayi prematur. Anemia merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah, bayi prematur berisiko tinggi mengalami anemia dibandingkan dengan bayi lahir normal.
  • Penyakit Kuning. Merupakan penyakit yang menyebabkan perubahan warna kulit dan mata bayi menjadi kekuningan, hal ini disebabkan oleh darah bayi mengandung banyak Bilirubin, substansi warna yang berasal dari liver atau sel darah merah. Meski bayi lahir normal juga mengalami penyakit kuning, namun bayi prematur lebih rentan mengalami hal ini.
  • Gangguan Metaboslime. Bayi prematur umumnya mengalami gangguan pada metabolisme tubuh mereka, beberapa bayi prematur mengalami kadar gula darah rendah. Hal ini terjadi karena tubuh bayi tidak banyak memiliki banyak cadangan gula daripada bayi yang lahir normal. Selain itu, bayi prematur juga umumnya kesulitan untuk mengubah glukosa menjadi glukosa aktif yang lebih bermanfaat.
  • Gangguan Sistem Imun. Saat lahir terlalu dini, umumnya sistem kekebalan tubuh bayi belum terbentuk dengan sempurna. Hal ini menyebabkan bayi prematur rentan mengalami infeksi yang membahayakan nyawa.

Masalah Jangka Panjang

  • Cerebral Palsy. Merupakan gangguan gerakan, otot, dan atau postur yang disebabkan kelainan di otak, infeksi, sirkulasi darah yang tidak lancar dan kelahiran prematur.
  • Gangguan Belajar. Bayi prematur umumnya mengalami gangguan dalam belajar, umumnya kesulitan untuk fokus dan gangguan kognitif lainnya.
  • Gangguan Penglihatan. Bayi prematur berisiko mengalami retinopathy, sebuah masalah gangguan fungsi mata yang disebabkan oleh pembengkakan pembuluh darah pada saraf di belakang mata. Terkadang pembengkakan in dapat merusak retina dan menyebabkan kebutaan.
  • Gangguan Pendengaran. Kehilangan pendengaran juga merupakan risiko bayi yang lahir prematur, setiap bayi akan dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui masalah apa yang dihadapi.
  • Masalah Kesehatan Gigi. Masalah gigi juga dapat menjadi komplikasi kesehatan serius pada saat tumbuh dewasa, umumnya mereka yang lahir prematur akan mengalami masalah kesehatan gigi seperti pertumbuhan gigi yang lambat, gigi kuning dan pertumbuhan gigi yang tidak rapi.
  • Gangguan Prilaku. Bayi prematur ketika tumbuh dapat mengalami gangguan psikologis dan prilaku dan juga hambatan pertumbuhan.
  • Masalah Kesehatan Kronis. Bukan tidak mungkin anak Anda akan mengalami masalah kesehatan kronis seperti infeksi, asma dan gangguan makan bahkan kematian.

Baca Juga Komplikasi Kehamilan Lainnya:
Placenta Previa
Kehamilan Ektopik
Kekurangan Cairan Ketuban
Keguguran

Upaya Pencegahan

Meski terdapat beberapa faktor risiko yang diluar kendali Anda, terdapat beberapa cara pencegahan yang dapat menurunkan risiko kelahiran prematur. Berikut ini tips menjaga kehamilan agar terhindari dari kelahiran prematur:

  • Berhenti merokok sebelum kehamilan dan selama kehamilan
  • Hindari konsumsi alkohol
  • Jangan sembarangan konsumsi obat selama kehamilan, lakukan konsultasi kepada dokter
  • kandungan Anda mengenai obat yang aman untuk ibu hamil
  • Konsumsi makanan sehat, nutrisi dan pemeriksaan kehamilan sangat penting jika Anda hamil
  • dibawah usia 17 tahun atau lebih dari 35 tahun atau juga ketika Anda hamil anak kembar
  • Hindari mengangkat beban berat dan berdiri dalam jangka waktu lama
  • Hindari stress dengan melakukan olahraga ibu hamil, relaksasi dan yoga.
  • Hindari infeksi
  • Jika Anda pernah mengalami kelahiran prematur pada kehamilan sebelumnya yang disebabkan oleh struktur rahim yang tidak normal, maka hal ini akan diperbaiki sebelum Anda hamil anak kedua.
  • Hindari Hipertensi dan diabetes, hal tersebut dapat memicu kelahiran prematur.

Artikel Terkait

Keguguran Keguguran adalah gugurnya janin sebelumnya kehamilan mencapai usia 20 minggu. Keguguran merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang menjadi momok b...
Kenapa Ibu Hamil Sulit Tidur Malam Kenapa ibu hamil sulit tidur malam hari? jika itu pertanyaan yang ada di benak Anda, ketahuilah bahwa bukan hanya Anda yang mempertanyakan hal tersebu...
Gatal pada Ibu Hamil Mengapa ibu hamil sering mengalami gatal? gatal pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kehamilan yang sering terjadi. Lebih dari 20 persen ibu ha...
Asam Lambung Naik saat Hamil Asam lambung naik saat hamil merupakan salah satu masalah kehamilan yang sering terjadi, terutama pada mereka yang menjalani kehamilan pertama mereka....
Air Ketuban Sedikit Air ketuban merupakan bagian dari sistem pendukung bayi dalam kandungan. Air ketuban melindungi bayi dan membantu proses pengembangan otot, anggota tu...