Diabetes Gestasional

3 min read

Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Diabetes Gestasional adalah kondisi dimana kadar gula darah ibu hamil mengalami peningkatan, sering juga disebut diabetes mellitus gestasional. Diabetes gestasional umumnya terjadi pada saat kehamilan memasuki usia 24-28 minggu.

Ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional bukan berarti memiliki masalah diabetes sebelum kehamilan atau setelah persalinan, namun masalah gula darah ini dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di masa akan datang.

Ibu hamil mesti memperhatikan hal ini, jika tidak diatasi dengan baik diabetes gestasional dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam ibu dan bayi dalam kandungan hingga persalinan kelak.

Gejala Diabetes Gestasional

Diabetes Mellitus Gestasional umumnya tidak menunjukan gejala yang berarti. Namun, jika Anda mengalami hal-hal dibawah ini maka segera periksakan diri Anda:

  • Mudah Lelah
  • Pandangan Mata Buram
  • Mudah Haus
  • Sering Buang Air Kecil
  • Tidur Mengorok

Penyebab Ibu Hamil Mengalami Diabetes Gestasional

Selama kehamilan, plasenta akan memproduksi hormon yang dapat meningkatkan kadar gula darah Anda. Biasanya, organ pankreas dapat memproduksi cukup insulin untuk mengatur gula darah Anda, namun jika tidak maka gula darah Anda dapat meningkat dan menyebabkan Anda mengalami diabetes gestasional.

Selain penjelasan diatas, MayoClinic menjelaskan terdapat beberapa faktor risiko ibu hamil mengalami masalah gula ini, seperti:

  • Usia diatas 25 tahun, wanita hamil diatas usia 25 tahun umumnya berisiko mengalami diabetes gestasional.
  • Faktor genetik, jika sebelum kehamilan Anda memiliki masalah dengan kadar gula darah atau prediabetes atau memiliki orang tua dengan riwayat diabetes maka Anda berisiko besar akan mengalami diabetes gestasional .
  • Kegemukan, faktor berat badan berlebih merupakan penyebab yang umum Anda mengalami peningkatan kadar gula darah saat hamil.

Komplikasi Diabetes Gestasional pada Kehamilan

Ibu hamil yang mengalami diabetes mellitus gestasional dapat melahirkan bayi yang sehat. Namun, jika diabetes saat hamil tidak terkendali maka dapat menyebabkan komplikasi kehamilan yang membahayakan kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan.

Dampak Pada Bayi

  • Bayi Lahir dengan Kelebihan Berat Badan. Kelebihan glukosa dalam darah dapat mempengaruhi plasenta yang dapat menstimulasi pankreas bayi memproduksi lebih banyak insulin. Hal ini dapat menyebabkan bayi Anda lahir dengan berat badan berlebih (makrosomia). Bayi yang terlalu besar–lebih dari empat kilogram– akan sulit untuk melakukan persalinan normal, dapat menyebabkan cedera selama proses persalinan atau memaksa Anda untuk melakukan operasi caesar.
  • Kelahiran Prematur dan Sindrom Gagal Napas. Ibu hamil yang memiliki kadar gula darah tinggi dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur atau lahir sebelum waktunya, atau dokter merekomendasikan untuk melakukan operasi karena ukuran bayi terlalu besar. Bayi yang dilahirkan secara prematur berisiko mengalami sindrom gagal napas, bayi dengan masalah pernapasan ini memerlukan alat bantu pernapasan hingga paru-parunya berkembang dan lebih kuat.
  • Gula Darah Rendah (Hipoglikemia). Dalam beberapa kasus ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional melahirkan bayi dengan masalah gula darah rendah atau hipoglikemia.
  • Risiko Diabetes saat Dewasa. Bayi yang dilahirkan dari ibu dengan diabetes saat haml berisiko memiliki masalah diabetes tipe 2 saat dewasa kelak.

Dalam beberapa kasus yang berat, diabetes saat hamil dapat menyebabkan kematian pada bayi ketika dalam kandungan. Selain dapat menyebabkan masalah kesehatan pada bayi dalam kandungan, diabetes saat hamil dapat juga mempengaruhi kesehatan ibu seperti:

Dampak pada Ibu

  • Hipertensi dan Preeklamsia. Diabetes gestasional dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan juga preeklamsia, sebuah komplikasi kehamilan yang menyebabkan hipertensi pada ibu hamil yang membahayakan ibu dan bayi dalam kandungan.
  • Risiko Menderita Diabetes setelah Melahirkan. Jika Anda mengalami diabetes gestasional maka Anda berisiko memiliki masalah diabetes tipe 2 saat bertambahnya usia. Oleh karena itu, terapkan gaya hidup sehat sebelum dan sesudah kehamilan.

Pelajari Komplikasi Kehamilan Lainnya:
Preeklamsia pada Ibu Hamil
Komplikasi Plasenta Previa
Mengenal Kehamilan Ektopik

Cara Mencegah Diabetes Gestasional

Cara terbaik untuk mencegah diabetes saat hamil adalah menerapkan gaya hidup sehat sebelum dan sesudah kehamilan. Jika saat ini Anda mengalami diabetes gestasional, menerapkan gaya hidup sehat dapat menurunkan risiko Anda terkena diabetes pada kehamilan selanjutnya. Untuk itu coba terapkan hal-hal berikut untuk mencegah diabetes gestasional sebelum kehamilan.

  • Konsumsi Makanan Sehat. Pilihlah makanan kaya serat, rendah gula, lemak dan kalori. Fokuskan pada buah-buahan, sayur-sayuran dan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau nasi coklat dan perhatikan porsi makan Anda.
  • Rutin Berolahraga. Rajin berolahraga sebelum dan setelah kehamilan dapat melindungi Anda dari risiko diabetes gestasional. Lakukan olahraga ringan seperti jogging, berjalan kaki, naik-turun tangga selama 30 menit setiap harinya untuk menjaga kesehatan dan metabolisme tubuh Anda.
  • Menjaga Berat Badan sebelum Kehamilan. Dokter umumnya merekomendasikan Anda untuk melakukan diet saat program hamil. Menurunkan berat badan merupakan langkah awal untuk menghindari masalah diabetes saat hamil kelak.

Pengobatan Diabetes Gestasional

Jika saat membaca informasi ini Anda sedang hamil dan mengalami diabetes gestional, terdapat beberapa cara pengobatan yang dapat Anda tempuh untuk menghindari penyakit ini menyebabkan komplikasi kehamilan. Simak cara mengobati diabetes gestasional dibawah ini:

  • Monitor Kadar Gula Darah. Untuk menghindari komplikasi yang disebabkan oleh tinggi kadar gula darah Anda, lakukan pemeriksaaan rutin kadar gula darah Anda. Mengutip Webmd, ibu hamil yang di diagnosa menderita diabetes gestasional perlu melakukan pemeriksaan kadar gula darah 4-5 kali sehari. Hal ini bertujuan untuk mengetahui secara pasti tingkat glukosa dalam darah dan mengetahui dampak makanan terhadap gula darah Anda.
  • Diet Sehat. Ibu hamil yang mengalami diabetes mellitus gestasional diharuskan untuk mengatur pola diet sehat dengan berfokus makanan sehat untuk ibu hamil seperti sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan karbohidrat kompleks lainnya. Mengenai diet saat hamil, konsultasikan kepada dokter mengenai nutrisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Rutin Olahraga Ringan. Selain menjaga pola makan yang sehat, olahraga ringan untuk ibu hamil juga harus dirutinkan. Tubuh yang aktif dapat menstimulasi penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh dan merubahnya menjadi energi, olahraga juga dapat meningkatkan sensitifitas tubuh terdapat insulin sehingga gula darah terkontrol.

Demikian pembahasan mengenai Diabetes Gestasional yang dialami oleh ibu hamil, semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda dalam mempersiapkan kehamilan yang sehat dan menghindari masalah kehamilan.

Artikel Terkait

Masalah Kehamilan Kehamilan merupakan kondisi spesial dalam hidup Anda, sudah pasti rasa antusias meliputi Anda beserta pasangan dalam menghitung hari dan mengikuti per...
Keguguran Keguguran adalah gugurnya janin sebelumnya kehamilan mencapai usia 20 minggu. Keguguran merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang menjadi momok b...
Gatal pada Ibu Hamil Mengapa ibu hamil sering mengalami gatal? gatal pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kehamilan yang sering terjadi. Lebih dari 20 persen ibu ha...
Air Ketuban Sedikit Air ketuban merupakan bagian dari sistem pendukung bayi dalam kandungan. Air ketuban melindungi bayi dan membantu proses pengembangan otot, anggota tu...
Kelelahan saat Hamil Kelelahan merupakan salah satu masalah kehamilan yang sering terjadi pada trimester pertama kehamilan. Belum ada yang menyimpulkan apa yang menjadi pe...