Air Ketuban Sedikit

2 min read

Air Ketuban Sedikit

Air ketuban merupakan bagian dari sistem pendukung bayi dalam kandungan. Air ketuban melindungi bayi dan membantu proses pengembangan otot, anggota tubuh, paru-paru dan sistem pencernaan bayi.

Air ketuban diproduksi segera setelah kantung ketuban terbentuk sekitar 12 hari setelah pembuahan. Pada awalnya, air ketuban diproduksi berasal dari tubuh ibu, namun menginjak usia 20 minggu kehamilan Urin dari janin Anda akan mengisi mayoritas cairan ketuban.

Air ketuban berperan dalam banyak hal untuk membantu tumbuh kembang bayi dalam kandungan. Seperti:

  • Melindungi janin Anda dari guncangan tubuh Anda.
  • Membantu penyempurnaan organ paru-paru dan sistem pencernaan serta pembentukan tulang dan otot.
  • Melindungi janin dari risiko infeksi.
  • Menjaga temperature bayi dalam kandungan.

Oleh karena peran pentingnya pada kehamilan Anda, menjaga jumlah air ketuban merupakan suatu keharusan. Air ketuban terlampau sedikit dapat menyebabkan komplikasi kehamilan yang membahayakan kehamilan Anda.

Dikutip dari American Pregnancy, Air ketuban sedikit atau Oligohydramnios adalah kondisi dimana air ketuban Anda terlalu sedikit. Kondisi ini umumnya terjadi saat memasuki trimester ketiga kehamilan. Mereka yang mengandung hingga 41 minggu berisiko mengalami air ketuban sedikit, hal ini tentu saja membahayakan keselamatan bayi Anda.

Komplikasi Kehamilan pada Kehamilan

Beberapa komplikasi kehamilan yang disebabkan air ketuban sedikit diantaranya sebagaimana:

  • Cacat Lahir. Janin yang mengalami Oligohydramnios berisiko memiliki cacat bawaan saat lahir seperti masalah pada ginjal dan sistem saluran cernanya.
  • Masalah Plasenta. Jika plasenta mengalami masalah maka suplai darah dan nutrisi ke janin menjadi terhambat, hal ini dapat menyebabkan gangguan perkembangan pada bayi Anda.
  • Ketuban Pecah Dini. Kekurangan air ketuban dapat memicu pecahnya ketuban meski belum waktunya Anda melahirkan, hal ini mengharuskan Anda untuk melahirkan bayi prematur.
  • Post Date Pregnancy. Yakni kehamilan yang melebihi waktu prakiraan kelahiran, umumnya bisa lebih dari 42 minggu, hal ini bisa disebabkan oleh rusaknya fungsi plasenta.
  • Masalah Kehamilan. Komplikasi kehamilan seperti dehidrasi, hipertensi, preeklamsia, diabetes dan hipoksi kronis dapat mempengaruhi jumlah air ketuban Anda.

Pelajari Juga Komplikasi Kehamilan Lainnya:
Preeklamsia
Plasenta Previa
Kehamilan Ektopik
Diabetes Gestasional

Penyebab Air Ketuban Sedikit

Penyebab air ketuban sedikit masih belum diketahui secara pasti. Namun, praktisi kesehatan meyakini beberapa faktor penyebab seperti:

1. Air Ketuban Pecah

Air ketuban pecah atau keluar sedikit demi sedikti yang disebabkan oleh robekan pada kantung ketuban dapat menyebabkan berkurangnya air ketuban.

Jika Anda mengalami air ketuban pecah atau bocor sebelum waktunya segera hubungi dokter kandungan atau bidan Anda untuk mendapat penanganan medis segera.

2. Masalah pada Plasenta

Air ketuban sedikit juga dapat disebabkan oleh masalah pada plasenta. Kondisi ini menyebabkan plasenta berhenti mengirimkan suplai darah dan nutrisi pada janin, hal ini juga disebabkan oleh komplikasi kehamilan seperti: tekanan darah tinggi, preeklamsia dan diabetes gestasional serta dapat pula disebabkan bila kehamilan Anda lebih dari 42 minggu.

Jika Plasenta tidak bekerja maksimal maka akan mempengaruhi tumbuh kembang janin dalam kandungan. Bila mengalami hal ini, dokter akan memonitor kondisi Anda berdua dan melakukan skrining reguler untuk memantau level air ketuban.

3. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan dapat menyebabkan kondisi oligohydramnion, seperti obat untuk hipertensi dan obat pereda nyeri seperti Ibuprofen. Untuk itu, jangan sembarangan mengonsumsi obat-obatan saat hamil.

4. Masalah Kesehatan pada Janin

Bayi tidak memproduksi dan mengeluarkan cukup urin saat dalam kandungan merupakan sinyal bahwa bayi Anda memiliki masalah pada ginjal atau saluran kemih, atau singkatnya merupakan masalah kelainan kromosom. Jika Anda mengalami hal ini, konsultasikan dengan dokter kandungan mengenai langkah-langkah yang dapat diambil.

5. Masalah Hamil Bayi Kembar

Bayi kembar dalam kandungan berbagi plasenta dalam perut ibu hamil, terkadang hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan jumlah air ketuban. Hal ini disebabkan bila salah satu bayi mendapatkan lebih banyak darah dibanding saudara kembarnya.

Kondisi diatas dapat menyebabkan salah satu bayi memproduksi dan mengeluarkan lebih banyak cairan ketimbang saudaranya.

Upaya Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Air ketuban sedikit memang komplikasi kehamilan yang menakutkan. Anda mungkin akan mengkhawatirkan kondisi kehamilan dan kondisi janin dalam kandungan Anda. Untuk itu, upaya pencegahan yang dapat Anda lakukan adalah:

Demikian pembahasan mengenai Komplikasi Kehamilan Air Ketuban Sedikit dan Dampaknya pada Kehamilan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda dalam penanganan masalah kehamilan.

Artikel Terkait

Masalah Kehamilan Kehamilan merupakan kondisi spesial dalam hidup Anda, sudah pasti rasa antusias meliputi Anda beserta pasangan dalam menghitung hari dan mengikuti per...
Keguguran Keguguran adalah gugurnya janin sebelumnya kehamilan mencapai usia 20 minggu. Keguguran merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang menjadi momok b...
Gatal pada Ibu Hamil Mengapa ibu hamil sering mengalami gatal? gatal pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kehamilan yang sering terjadi. Lebih dari 20 persen ibu ha...
Kelelahan saat Hamil Kelelahan merupakan salah satu masalah kehamilan yang sering terjadi pada trimester pertama kehamilan. Belum ada yang menyimpulkan apa yang menjadi pe...
Diabetes Gestasional Diabetes Gestasional adalah kondisi dimana kadar gula darah ibu hamil mengalami peningkatan, sering juga disebut diabetes mellitus gestasional. Diabet...